Kuncup diujung sana mengerdip
Angin perlahan menggugurkan daun
Indah
Bagi mata yang menyaksikan
Sayang, tapi kosong
Tak ada bayangan itu dimata
Sayang, tak ada arti
Tak ada pantulan dalam otak
Karna si pemilik
Merasa raga sedang pisah
Nyawanya melayang
Melayang jauh
Jauh ke Malang
Kota yang membuat dia malang.
Semarang,27 Januari 2014
Selasa, 13 Mei 2014
Senin, 17 Maret 2014
Purnama pertama 2014
17 Maret 2014
Tadi malam seharusnya malam indah aku melepas lelah, lelah tak berjumpa dengan puncak purnama di bulan Maret... purnama pertama di tahu 2014 yang harusnya dapat kulihat dengan jelas.
Yapz..bagaimana tidak bulan Januari langit senantiasa ditutpi mendung hingga sang lunar malas untuk muncul. Februari samar-samar aku melihatnya sebelum malam puncak. Meski tak bersinar terang karena awan hitam tebal menyelimutinya. Lantas Maret ini, kemarin tanggal 15 dan 16 aku bersyukur tak terkira dapat melihat bulatnya yang sempurna, cahaya temaramnya yang memancar meski akhirnya aku taak dapat bersua di malam puncak purnama bulan Maret karna langit diselimuti awan mendung yang meneteskan rintik hujan, setidaknya sebelumnya aku melihat purnama. Purnama pertama di 2014 :). Allah purnama mu selalu menentramkan hati :)
Tadi malam seharusnya malam indah aku melepas lelah, lelah tak berjumpa dengan puncak purnama di bulan Maret... purnama pertama di tahu 2014 yang harusnya dapat kulihat dengan jelas.
Yapz..bagaimana tidak bulan Januari langit senantiasa ditutpi mendung hingga sang lunar malas untuk muncul. Februari samar-samar aku melihatnya sebelum malam puncak. Meski tak bersinar terang karena awan hitam tebal menyelimutinya. Lantas Maret ini, kemarin tanggal 15 dan 16 aku bersyukur tak terkira dapat melihat bulatnya yang sempurna, cahaya temaramnya yang memancar meski akhirnya aku taak dapat bersua di malam puncak purnama bulan Maret karna langit diselimuti awan mendung yang meneteskan rintik hujan, setidaknya sebelumnya aku melihat purnama. Purnama pertama di 2014 :). Allah purnama mu selalu menentramkan hati :)
Minggu, 19 Januari 2014
Bisa Jadi
BISA
JADI
Hamparan
rumput hijau didepanku seolah tersenyum menghiburku. Aku hanya duduk terdiam
dengan angan entah kemana menatap kosong ke rumput itu. Nyanyian burung pipit
di pohon yang berjajar rapi disetiap sudut lapangan seolah dengan senang hati
menjadi soundtrack atas posisi duduku
di salah satu bangku sudut lapangan.
Detik ini, aku menggigit bibir dengan keras, menahan agar air mata tak mengalir
dipipiku. Aku katakan bahwa aku bisa menjalani semua ini. Saat mata ini mencoba
memandang ke atas, ke langit biru yang terhampar tiba-tiba aku teringat
peristiwa satu minggu lalu. Peristiwa yang persis sama terjadi di tempat ini.
“Ra,
liat deh capung-capung yang terbang di sekitar lapangan ini!, banyak banget ya?” Pipin dengan matanya yang
antusias dan berbinar bertanya padaku. Pertanyaan yang dia sendiri sudah
mengetahui jawabannya.
“Apaan
sih, udah gede masih aja tanya mana yang banyak mana yang sedikit”, jawabku
sambil mencibir. Namun, mata tak dapat berhenti melihat pesona capung yang
beterbangan.
“Kamu
tau ga ra? Banyaknya capung kan menandakan kalau tempat tersebut masih asri”,
Pipin berkata serius sambil membenarkan posisi duduknya, dan menoleh penuh
arti.
“Hei,
itu kata-kataku kemarin tauuuu!” Aku gemas dan mencubit pipinya.Kami berdua
tertawa.
Ah,
langit yang kutatap tiba-tiba tak lagi biru karena awan bergerak menutupinya.
Aku tersadar itu hanya cerita satu minggu yang lalu. Hari ini, tak ada lagi
canda tawa itu. Kami tak lagi bersama.
Aku
beranjak pergi meninggalkan bangku disudut lapangan. Meninggalkan capung yang
sedang menari indah diatas hijaunya rumput. Menyusuri jalan setapak koridor
kampus, lalu berdiri tegak saat harus menunggu angkutan umum dipinggir jalan.
Tak lama lagi adzan magrib berkumandang, hari memang semakin petang dan
angkutan umum yang kutunggu tak kunjung tiba. Pandanganku tiba-tiba tertuju
pada dua orang mahasiswi yang sedang berjalan sambil bercanda. Aku langsung
teringat Pipin.
“Pin,
ada satu rahasia besar yang akan kuberi tahu padamu”, suatu sore di kamar kos
ku,aku berkata dengan nada begitu rendah dan tatapan serius.
“Apaan
sih ra? Seorang Tiara punya rahasia? Haha...kayaknya ga mungkin deh! Pipin malah mengajaku bercanda.
“Tau
ah, sulit ngomong sama kamu” Aku cemberut menyambut gurauan Pipin.
Pipin
malah tertawa lepas dan akhirnya menatap serius padaku. Mengambil posisi duduk
yang nyaman. Benar-benar memperhatikanku dan ekspresinya menunjukan bahwa dia
siap mendengar apa yang akan aku utarakan.
Sore
itu mulutku lancar berbicara suatu rahasia kepada Pipin. Dia sudah kuminta
tidak berkomentar sampai apa yang aku ceritakan selesai. Saat itu, aku tahu
Pipin ingin sekali memotong kalimatku dan bertanya banyak hal. Namun apa daya,
dia sudah terikat perjanjian denganku.
Aku
sukses mengakhiri apa yang aku ceritakan. Pipin tertegun menatapku tak percaya.
Dia memelukku sambil berlinangan air mata. Aku? Aku tak menangis sedikitpun.
Aku terlalu sulit untuk menangis. Entah bingung apa yang mesti kutangisi atau bingung
karena air mataku sudah habis terkuras sejak kecil.
Pipin
melepaskan pelupakannya dan mulai membuka mulut.
“Ra,
aku kira hal seperti itu hanya terjadi dalam film” dia menghela nafas sebelum
akhirnya melanjutkan kalimatnya, “Yah, seperti dalam film 3 idiots misalnya!” Pipin menyebut salah satu judul film india yang
membuat aku tersenyum saat mendengarnya.
Aku
ingat persis peristiwa itu. Sore itu aku mengutarakan rahasia besar dalam
hidupku. Pipin satu-satunya orang yang tahu rahasia tentang hal itu di kampus
bahkan kota ini. Dua mahasiswi yang sedang kutatap dari jauh tadi telah
berjalan melewatiku yang masih setia menunggu angkutan umum. Mereka tersenyum
saat melewatiku. Tersenyum ramah, meskipun sebenarnya mereka tahu dari tadi aku
menatap dan memperhatikan mereka.
Angkutan
umum yang kunanti akhirnya menampakan diri, membawaku pulang menuju kos yang
sengaja kupilih berjarak jauh dari kampus tempatku menuntut ilmu. Dari kaca angkot aku menatap jelas gedung
rektorat. Besok pagi, aku harus ke gedung itu memenuhi surat panggilan Pembantu
Rektor bidang kemahasiswaan. Dan terhitung beberapa hari dari sekarang aku akan
meninggalkan kampus dan kota ini.
(terpotong dul;u yaaa... :D)
Sabtu, 31 Agustus 2013
Sekedar coretan
Kalian tahu, menjadi guru untuk orang lain itu mudah, mengajarkan dan menasihati orang lain dengan senang hati. Tapi menjadi guru untuk diri sendiri itu sangat sulit. Selain itu, menjadi dokter untuk orang lain itu mudah, melarangnya untuk makan sessuatu, menyuruhnya melakukan pengobatan, tapi menjadi dokter untuk diri sendiri itu sangat sulit. Nah, dan sebenarnya itulah kenapa harus ada orang lain dalam hidup. karena kita sungguh membutuhkan orang lain. So, hiduplah dengan santun terhadap sesama :)
Kamis, 08 Agustus 2013
Idul Fitri 1434 H
Takbir
Majalengka, 8 Agustus 2013 / 1 Syawal 1434 H
Partikel udara berjalan perlahan
Terasa begitu lamban
Sayup suara burung terdengar sendu
Seolah hanya ingin terpaku
Ku tatap semesta
Rona sedih terbaca
Meski hanya kuketahui lewat rasa
Gema takbir riuh bergema
Tetap saja hati tak bersahaja
Diri tak kunjug rela
Untuk berpisah dengan bulan penuh warna
Gema takbir bersahutan
Air mata mengalir pelan
Sedih meninggalkan Ramadhan
Berharap bertemu di tahun depan
Semesta bertakbir
Kemenangan di ujung bibir
Meski sedih tak kunjung pergi
Seulas senyum tetap harus terpatri
Menyambut Idul Fitri
Yasmin i’liyyin
Selasa, 16 Juli 2013
lomba :)
Lomba Gado-Gado Femina Lebaran
Punya pengalaman lucu, tak terlupakan, berkesan atau bahkan menyebalkan yang berhubungan dengan Lebaran? Seperti kisah seputar mudik, puasa, silaturahmi, menyiapkan masakan Lebaran, Anda bisa mengikuti lomba menulis Gado-Gado Femina bertema Lebaran.
Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis Gado-gado Lebaran.
1. Bukan fiksi, tulisan adalah sketsa kejadian sehari-hari dan nama karakter boleh dibuat fiktif.
2. Tulisan mengandung unsur Human Interest.
3. Karya orisinal dan belum pernah dipublikasikan di media lain (termasuk blog pribadi).
4. Tulisan maksimal sepanjang 3 halaman folio, 2 spasi, 3735 karakter.
5. Upload tulisan Anda di kolom yang tersedia. Gunakan format .doc (BUKAN .docx)
6. Pengiriman dimulai dari tanggal 11 Juli dan ditutup tgl 23 Juli pukul 24.00 WIB.
3 tulisan terbaik akan mendapatkan hadiah menarik dari femina. Untuk pemenang pertama, karyanya akan dimuat di majalah femina dan mendapatkan honor
Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis Gado-gado Lebaran.
1. Bukan fiksi, tulisan adalah sketsa kejadian sehari-hari dan nama karakter boleh dibuat fiktif.
2. Tulisan mengandung unsur Human Interest.
3. Karya orisinal dan belum pernah dipublikasikan di media lain (termasuk blog pribadi).
4. Tulisan maksimal sepanjang 3 halaman folio, 2 spasi, 3735 karakter.
5. Upload tulisan Anda di kolom yang tersedia. Gunakan format .doc (BUKAN .docx)
6. Pengiriman dimulai dari tanggal 11 Juli dan ditutup tgl 23 Juli pukul 24.00 WIB.
3 tulisan terbaik akan mendapatkan hadiah menarik dari femina. Untuk pemenang pertama, karyanya akan dimuat di majalah femina dan mendapatkan honor
Ketentuan
Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 puisi.
Puisi tidak melebihi 360 karakter termasuk judul.
Karya asli.
Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.
Panitia tidak melayani email.
Dewan juri berhak membatalkan keputusannya, jika kemudian hari diketahui karya pemenang lomba melanggar karya cipta orang lain (plagiat).
Hak cipta tetap ada pada penulis, sedangkan panitia memiliki hak untuk mempublikasikannya dalam bentuk cetakan dan digital.
Tiap kata ditulis lengkap, tidak disingkat.
Maksimal 3X mention.
Di Twit dengan mention @puisi360 selambatnya tanggal 1 Agustus 2013.
Hadiah
3 Pemenang Utama: masing-masing 1 Ipad + 1 buku + sertifikat penghargaan.
7 Pemenang Kedua: masing-masing 1 Blackberry + 1 buku + sertifikat penghargaan.
10 Pemenang Ketiga: masing-masing 1 Android Smart Phone + 1 buku + sertifikat penghargaan.
180 Pemenang Hiburan: masing-masing 1 buku + sertifikat penghargaan.
Jika ada pertanyaan silakan menghubungi: @puisi360
Sumber: sigodangpos.blogspot.com
Tags: Puisi
Minggu, 14 Juli 2013
esai buat data print "tapi gagal" ga lolos :(
Jiwa Entrepeuner: Jiwa Pensejahtera
Lapangan pekerjaan yang semakin terbatas membuat banyaknya sarjana
lulusan perguruan tinggi mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.
Persaingan ketat untuk memasuki ranah pekerjaan semakin terlihat. Salah satunya
dari banyaknya jumlah pendaftar CPNS yang setiap tahunnya semakin bertambah.
Padahal, jika setiap lulusan perguruan tinggi berorientasi menjadi pegawai, maka
hanya akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Hal ini dikarenakan saat
sebagian dari pelamar itu tidak diterima bekerja walaupun telah mencoba
berkali-kali akan cenderung menjadi pengangguran ketika sudah mulai merasa
putus asa dan tetap bersikeras untuk menjadi pegawai. Penyebab lain, dengan
menjadi pegawai kita tidak ikut berperan mengatasi permasalahan pengangguran di
negeri ini karena tidak dapat membuka lapangan pekerjaan yang bisa diisi oleh
orang lain.
Sebelum masalah tersebut semakin berkembang
dan membuat perekonomian di Indonesia semakin terpuruk sudah selayaknya
mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan mulai membuka pola pemikiran mereka.
Dengan pola pemikiran yang terbuka akan mendorong setiap individu untuk mengembangkan kemampuan diri,
mempertajam pengetahuan dan keterampilan, termasuk meningkatkan jiwa
enterpreuner. Jiwa enterpeuner adalah jiwa orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan
operasinya (http://id.wikipedia.org).
Jiwa enterpeuner diperlukan mahasiswa sejak saat masih aktif di
bangku perkuliahan. Mahasiswa yang memiliki jiwa enterpeuner akan berpikir
menjadi solusi untuk orang banyak. Sehingga, ketika mereka lulus tidak bingung
mencari pekerjaan melainkan bingung mencari orang yang mau bekerja.
Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan atau
menumbuhkembangkannya adalah dengan terjun langsung enterpreneur sejak di
bangku perkuliahan. Ini bukanlah hal yang sulit jika ada kemauan kuat. Akhir-akhir
ini, pemerintah mulai sadar akan pentingnya berwirausaha, sehingga banyak
program wirausaha yang diadakan untuk mahasiswa. Program tersebut diantaranya
Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan dan Program Mahasiswa
Wirausaha. Program ini boleh diikuti oleh semua mahasiswa tanpa terkecuali,
asalkan mahasiswa yang bersangkutan mengajukan proposal dan menjalani tahap
penyeleksian. Proposal yang lolos akan didanai dan dipantau perkembangan
usahanya sesuai waktu pelaksanaan. Ada juga program peminjaman modal untuk
mahasiswa dari beberapa kementrian. Bedanya, proposal yang disetujui harus mengembalikan
modal secara berangsur sesuai dengan perkembangan usahanya. Melalui proposal,
pemerintah dapat melihat program dan tujuan dalam berwirausaha, sehingga saat
membuat proposal diperlukan program dan perencanaan yang baik agar tujuannya
terlihat jelas dan nyata.
Proposal yang diajukan tidak semua disetujui. Sebagai mahasiswa
yang sedang berusaha menumbuhkembangkan dan meningkatkan jiwa enterpreuner
bukanlah rintangan yang besar saat proposal tidak lolos. Mahasiswa masih dapat
mencoba dengan tabungannya sendiri untuk membuka usaha kecil-kecilan dan
sederhana. Meski sederhana jika ditekuni secara sungguh-sungguh akan berkembang
besar asalkan percaya dan pantang putus asa saat menjalaninya. Apabila skala
usaha sudah lebih besar, kita dapat bekerjasama dengan teman untuk membangun
usaha agar modal yang terkumpul lebih banyak atau meminjam modal kepada
instansi peminjaman modal yang terpercaya.
Jika semua mahasiswa memiliki jiwa enterpreneur maka ketika lulus, dapat
membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain karena usahanya semakin berkembang.
Dengan banyaknya enterpreneur yang bermunculan di Indonesia, akan semakin
berkurang jumlah pengangguran di Indonesia. Jumlah pengangguran sedikit berarti
perekonomian semakin maju dan rakyat akan menjadi sejahtera. Berjiwa
enterpreneur berati menyejahterakan rakyat.
Langganan:
Postingan (Atom)
