Hitam Putih
Hitam memang
Warna mega untuk hari ini
Hitam putih hitam putih
Mega selalu begitu
Bagaimana dengan hati?
Hitam putih juga kah?
Dan bagaimana dengan hatiku?
Hitam atau putih?
Ketika hitam memang gelisah
Dan putih memang terarah
Itu untuk hati
Lantas?
Bagaimana dengan waktu?
Waktu yang tersusun dari detik-detik yang bertumpuk
Menganyam menjadi jam,hari,minggu bahkan tahun
Apakah sama juga?
Sama hitam dan putih?
Hei....kau terdiam
Kenapa?
Oh...dalam benakmu hanya ingin putih?
Ah,,,,selalu....ego kau dulukan
Apa guna akal dan hatimu?
Masih berontak akan hitam
Dan merajuk pada putih
Pantaskah?
Kau akan dungu dengan terus inginkan putih
Karena tanpa hitam, putih pun tak berdaya.
Dan kau akan menyesali kedunguanmu..
Saat tersadar....suci itu tak pandang hitam putih.
Majalengka, 5 Juni 2012
Kamis, 11 September 2014
Transmigrasi fb juga :D.... enjoy my poem :)
Sasadara
Sasadara
mengiringi stu persatu
sasadara
awal dn akhr bertemu
sasadara
krna ku tw ku takan jemu
sasadara
indah saat mntapmu
sasadara
stu dri keagungan Rabb ku
Sasadara
knikmtan ktka brnfas d bwhmu
sasadara
membri arti ksempurnaan kalbu
sasadara
terbendung dlam indra yg kelu
sasadara
bkan stu dua tentangmu
sasadara
bhkan tak thu ke brpa juta ini suaraku
sasadara
kau ptuh pda Tuhanmu
sasadara
kau indah cptaan TuhanKu dn TuhanMu
*sasadara manjer kawuryan*
*bulan purnama yg bersinar terang*
#ngasal:p#
mengiringi stu persatu
sasadara
awal dn akhr bertemu
sasadara
krna ku tw ku takan jemu
sasadara
indah saat mntapmu
sasadara
stu dri keagungan Rabb ku
Sasadara
knikmtan ktka brnfas d bwhmu
sasadara
membri arti ksempurnaan kalbu
sasadara
terbendung dlam indra yg kelu
sasadara
bkan stu dua tentangmu
sasadara
bhkan tak thu ke brpa juta ini suaraku
sasadara
kau ptuh pda Tuhanmu
sasadara
kau indah cptaan TuhanKu dn TuhanMu
*sasadara manjer kawuryan*
*bulan purnama yg bersinar terang*
#ngasal:p#
Transmigrasi dari fb :D
SEMU
Cukup lama memang
tak memainkan jari
mendiamkan imaji
membekukan ilusi
Sampai ku terhenyak
ketika pohon menjulurkan dahannya
hanya satu dari sekian yang dia punya
Rimbun?
jangan ditanya,, terlalu rimbun bahkan berjejal hijau daun
Terpikat?
Jangan disangka,, siapa yang tak tergiur oleh banyaknya klorofil yang ada
Dua bola berbinar
Mulut kecil berdendang
kaki kanan ikut melangkah
Tangan pun tak kuat menjulurkan jemarinya
Kemudian?
Ujungnya hanya mematung
dua bola,mulut,kaki kanan bahkan jemari tangan.
Bukan karena keraguan
hanya karena kewaspadaan.
Waspada akan dahan yang menggoda.
#yenzan#
*Alhamdulillah,,,,^_^*
tak memainkan jari
mendiamkan imaji
membekukan ilusi
Sampai ku terhenyak
ketika pohon menjulurkan dahannya
hanya satu dari sekian yang dia punya
Rimbun?
jangan ditanya,, terlalu rimbun bahkan berjejal hijau daun
Terpikat?
Jangan disangka,, siapa yang tak tergiur oleh banyaknya klorofil yang ada
Dua bola berbinar
Mulut kecil berdendang
kaki kanan ikut melangkah
Tangan pun tak kuat menjulurkan jemarinya
Kemudian?
Ujungnya hanya mematung
dua bola,mulut,kaki kanan bahkan jemari tangan.
Bukan karena keraguan
hanya karena kewaspadaan.
Waspada akan dahan yang menggoda.
#yenzan#
*Alhamdulillah,,,,^_^*
Transmigrasi fb part 2...
Semoga semakin Barakah Abii :)
#Special For Abii :)
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya kumencintaimu
#Lagu Ayah,Ada Band menjadi soundtrack tulisan kali ini
Maaf tidak bisa tepat waktu....
12 November 2013,, teteh ga sempet posting. Tapi teteh bukan orang yang ingkar janji. Inilah edisi buat Abi tercinta, setelah Februari lalu membuat tulisan edisi Ummi. Sekarang sengaja teteh posting tepat pada hari guru nasional, Abi juga salah satu guru yang menginspirasi teteh :D, wali kelas saat kelas 6 SD. Ah, tiba-tiba teteh ingat sesuatu Bi, 25 November 2005 saat teteh kelas 6 SD, Abi upacara PGRI di Kabupaten sambil mengantar teteh ke RSUD,dan teteh dijemput saat abi beres upacara. Hiks, betapa merepotkannya ya bi. Waktu itu Abi harus setia mengantar teteh kontrol seminggu sekali ke RS, alhamdulillah selanjutnya jadi 2 minggu sekali, sebulan sekali, dan berhenti :D. Pengorbanan orangtua memang selalu optimal. Entah apa jadinya teteh kalo dulu tak di semangati melakukan perjuangan itu. Perjuangan yang membuat Ummi harap-harap cemas di rumah menanti kita #alay :D
12 November 1969-12 November 2013, tak terasa sudah 44 tahun Allah mengaruniai nikmat hidup yang luar biasa untuk Abi. Sesederhana apapun Abi di mata orang lain, tapi di mata kami, “Umi, teteh, De Ida, De Ipa, dan De Rehan” Abi adalah Abi super. Ah, terasa sedih rasanya melihat angka usia Umi dan Abi yang semakin bertambah dan kami sebagai anak belum bisa banyak mengukir senyum kalian berdua.
Abi adalah sosok pemimpin yang “keren” di mata kami. Berusaha menanamkan nilai-nilai luhur kehidupan untuk keluarga. Bekerja keras, sampai teteh dan Ummi sedih saat Abi harus sering terbangun di malam hari karena ada orang yang minta tolong. Tertegun Ummi dan anak-anak saat Abi berhenti menyuapkan nasi ketika makan bersama keluarga karena ada tamu yang meminta pertolongan darurat.. Ummi mengingatkan agar Abi menghabiskan makan dulu, tapi Abi selalu tak tega meminta tamunya menunggu lebih lama. Dulu, teteh kecil tidak mengerti kenapa Abi selalu disibukan untuk menolong orang, padahal itu kan bukan sumber penghasilan Abi, beberapa cuma bilang terimakasih. Abi hanya menjawab “Bukankah sebaik-baiknya manusia yaitu manusia yang bermanfaat untuk orang lain dan ingat yang penting Ridho Allah, bukankah pertolongan Allah untuk kita tak terhingga? Mengapa kita harus perhitungan atas pertolongan kita yang sedikit? Ini salah satu karunia Allah yang diberikan agar digunakan untuk menolong sesama”. Abi selalu terlihat tenang, ketika banyak masalah rumit menghampiri, meski Ummi pusing memikirkannya, Abi selalu punya cara untuk membuat tenang Ummi. Ketenangan pada diri Abi, adalah salah satu pelajaran hidup yang paling lama aku pelajari untuk bisa menerapkannya.
Abi memang sangat jarang memarahi kami, namun karena kejarangan itulah sekali Abi berbicara tegas, kami langsung terdiam dan mematuhi. Abi memang tidak memfasilitasi kami dengan harta yang berlimpah, tapi Abi mengajarkan caranya bersyukur dengan rizki yang ada. Bahkan Ummi, mengajarkan kami berbagi dengan rizki yang ada.
Sebagai anak pertama, begitu banyak pelajaran hidup yang Abi tanamkan untuk teteh. Pelajaran yang senantiasa teteh terapkan untuk De Ida, De Ipa, dan De Rehan. Salah satunya, saat pertama kali teteh mulai menuntut ilmu jauh dari rumah, dan merasa beberapa orang tanpa sebab apapun sikapnya tidak baik sama teteh, sebagai anak yang baru hidup merantau teteh cerita sama Ummi dan Abi di telepon, lalu Abi bilang “ Boleh saja orang lain bersikap tidak baik sama teteh, tapi teteh harus tetap berusaha baik sama semua oranglain termasuk sama orang yang bersikap tidak baik sama teteh”, pelajaran yang perlahan teteh terapkan saat itu dan ternyata Subhanallah, sedikit demi sedikit teteh jadi tahu kunci ketenangan hati. Dan sampai saat ini teteh selalu mengingatkan De Ida, De Ipa dan De Rehan saat mereka mengeluhkan masalah yang sama seperti yang teteh alami dulu.
Abi, rasanya satu buku pun tak akan cukup kalau teteh secara detail harus bercerita tentang Abi. Maaf kan teteh dan Ade-ade jika sampai saat ini hanya bisa menghabiskan jerih payah Abi tanpa banyak memeberikan senyum yang membuat Abi dan Ummi bangga. Tapi, semuanya belum terlambatkan? Yah..kami akan memanfaatkan waktu yang ada, kesempatan yang ada agar kami berempat selalu menjadi salah satu alasan Ummi dan Abi untuk tersenyum bangga, agar kami bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah sehingga menjadi tabungan amal ummi abi yang akan terus mengalir. Dan doakan kami agar kami bisa menjadi manusia yang bermanfaat seperti yang Ummi Abi harapkan. Bermanfaat untuk,keluarga,agama,sesama,nusa dan bangsa J. Semoga Abi tetap bisa menjadi suami yang keren untuk Ummi dan Ayah yang super untuk Yeyen,Hilda,Syifa,dan Farhan.
Terimakasih atas ilmu agama yang telah Ummi dan Abi bekali sejak kecil. :)
Peluk cium buat Abii
Peluk cium buat Ummi #Edisi Abi, jadi sebut Abi dulu ya mi ,,,hehe

Ayah dengarlah betapa sesungguhnya kumencintaimu
#Lagu Ayah,Ada Band menjadi soundtrack tulisan kali ini
Maaf tidak bisa tepat waktu....
12 November 2013,, teteh ga sempet posting. Tapi teteh bukan orang yang ingkar janji. Inilah edisi buat Abi tercinta, setelah Februari lalu membuat tulisan edisi Ummi. Sekarang sengaja teteh posting tepat pada hari guru nasional, Abi juga salah satu guru yang menginspirasi teteh :D, wali kelas saat kelas 6 SD. Ah, tiba-tiba teteh ingat sesuatu Bi, 25 November 2005 saat teteh kelas 6 SD, Abi upacara PGRI di Kabupaten sambil mengantar teteh ke RSUD,dan teteh dijemput saat abi beres upacara. Hiks, betapa merepotkannya ya bi. Waktu itu Abi harus setia mengantar teteh kontrol seminggu sekali ke RS, alhamdulillah selanjutnya jadi 2 minggu sekali, sebulan sekali, dan berhenti :D. Pengorbanan orangtua memang selalu optimal. Entah apa jadinya teteh kalo dulu tak di semangati melakukan perjuangan itu. Perjuangan yang membuat Ummi harap-harap cemas di rumah menanti kita #alay :D
12 November 1969-12 November 2013, tak terasa sudah 44 tahun Allah mengaruniai nikmat hidup yang luar biasa untuk Abi. Sesederhana apapun Abi di mata orang lain, tapi di mata kami, “Umi, teteh, De Ida, De Ipa, dan De Rehan” Abi adalah Abi super. Ah, terasa sedih rasanya melihat angka usia Umi dan Abi yang semakin bertambah dan kami sebagai anak belum bisa banyak mengukir senyum kalian berdua.
Abi adalah sosok pemimpin yang “keren” di mata kami. Berusaha menanamkan nilai-nilai luhur kehidupan untuk keluarga. Bekerja keras, sampai teteh dan Ummi sedih saat Abi harus sering terbangun di malam hari karena ada orang yang minta tolong. Tertegun Ummi dan anak-anak saat Abi berhenti menyuapkan nasi ketika makan bersama keluarga karena ada tamu yang meminta pertolongan darurat.. Ummi mengingatkan agar Abi menghabiskan makan dulu, tapi Abi selalu tak tega meminta tamunya menunggu lebih lama. Dulu, teteh kecil tidak mengerti kenapa Abi selalu disibukan untuk menolong orang, padahal itu kan bukan sumber penghasilan Abi, beberapa cuma bilang terimakasih. Abi hanya menjawab “Bukankah sebaik-baiknya manusia yaitu manusia yang bermanfaat untuk orang lain dan ingat yang penting Ridho Allah, bukankah pertolongan Allah untuk kita tak terhingga? Mengapa kita harus perhitungan atas pertolongan kita yang sedikit? Ini salah satu karunia Allah yang diberikan agar digunakan untuk menolong sesama”. Abi selalu terlihat tenang, ketika banyak masalah rumit menghampiri, meski Ummi pusing memikirkannya, Abi selalu punya cara untuk membuat tenang Ummi. Ketenangan pada diri Abi, adalah salah satu pelajaran hidup yang paling lama aku pelajari untuk bisa menerapkannya.
Abi memang sangat jarang memarahi kami, namun karena kejarangan itulah sekali Abi berbicara tegas, kami langsung terdiam dan mematuhi. Abi memang tidak memfasilitasi kami dengan harta yang berlimpah, tapi Abi mengajarkan caranya bersyukur dengan rizki yang ada. Bahkan Ummi, mengajarkan kami berbagi dengan rizki yang ada.
Sebagai anak pertama, begitu banyak pelajaran hidup yang Abi tanamkan untuk teteh. Pelajaran yang senantiasa teteh terapkan untuk De Ida, De Ipa, dan De Rehan. Salah satunya, saat pertama kali teteh mulai menuntut ilmu jauh dari rumah, dan merasa beberapa orang tanpa sebab apapun sikapnya tidak baik sama teteh, sebagai anak yang baru hidup merantau teteh cerita sama Ummi dan Abi di telepon, lalu Abi bilang “ Boleh saja orang lain bersikap tidak baik sama teteh, tapi teteh harus tetap berusaha baik sama semua oranglain termasuk sama orang yang bersikap tidak baik sama teteh”, pelajaran yang perlahan teteh terapkan saat itu dan ternyata Subhanallah, sedikit demi sedikit teteh jadi tahu kunci ketenangan hati. Dan sampai saat ini teteh selalu mengingatkan De Ida, De Ipa dan De Rehan saat mereka mengeluhkan masalah yang sama seperti yang teteh alami dulu.
Abi, rasanya satu buku pun tak akan cukup kalau teteh secara detail harus bercerita tentang Abi. Maaf kan teteh dan Ade-ade jika sampai saat ini hanya bisa menghabiskan jerih payah Abi tanpa banyak memeberikan senyum yang membuat Abi dan Ummi bangga. Tapi, semuanya belum terlambatkan? Yah..kami akan memanfaatkan waktu yang ada, kesempatan yang ada agar kami berempat selalu menjadi salah satu alasan Ummi dan Abi untuk tersenyum bangga, agar kami bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah sehingga menjadi tabungan amal ummi abi yang akan terus mengalir. Dan doakan kami agar kami bisa menjadi manusia yang bermanfaat seperti yang Ummi Abi harapkan. Bermanfaat untuk,keluarga,agama,sesama,nusa dan bangsa J. Semoga Abi tetap bisa menjadi suami yang keren untuk Ummi dan Ayah yang super untuk Yeyen,Hilda,Syifa,dan Farhan.
Terimakasih atas ilmu agama yang telah Ummi dan Abi bekali sejak kecil. :)
Peluk cium buat Abii
Peluk cium buat Ummi #Edisi Abi, jadi sebut Abi dulu ya mi ,,,hehe

My Lovely Mom
Transmigrasi catatan fb :)
Selamat ulang tahun ummi sayang :*
Kediri,20 Februari 2013
Pagi menyapaku.....
Senandung lagu “ibu” sakha mengalun indah dan syahdu dari Hp ku......
Ah...aku rindu ummi, rindu memeluk ummi, rindu belaian ummi..
Hari ini tepat 41 tahun yang lalu di tahun 1972 dirimu dilahirkan,,tak terhitung detik yang kau lalui dalam hidup...
Ummi..19 tahun yang lalu kau melahirkanku.....
16 tahun yang lalu kau melahirkan adikku Hilda
14 tahun yang lalu kau melahirkan adikku Syifa
Dan sekitar 12 tahun yang lalu kau melahirkan Farhan adik terakhirku....
Aku tahu betapa butuh banyak perjuangan ketika kau melakukannya,,mempertaruhkan nyawa,,situasi dimana hidup dan mati hanya mempunyai benang tipis untuk memisahkannya....meski aku belum pernah merasakan hal yang sama tapi aku tahu betapa sulitnya itu... Tanpa perantaramu kami semua tak akan pernah hadir dan merasakan kehidupan yang di anugrahkan Allah SWT.
Namun,,,,sayangnya betapa sering kami kurang tahu diri,,,betapa sering kami membuatmu jengkel,,betapa sering kami membuatmu menangis,,betapa sering kami membuatmu lelah,,betapa sering kami membuatmu tak bisa tidur,,betapa sering kami membuatmu marah,,betapa sering,sering dan sering...
Ah,,,betapa menyebalkannya kami ya mi...tapi kau selalu menghadapi kenakalan kami dengan senyuman dan kasih sayang yang terus bertambah meskipun terkadang ummi memarahi kami,,tapi kami tahu itu pun salah satu bukti kasih sayang ummi,,
Maafkan kami ummi......maaf :)
Dan sekarang ketika usia mu 41 tahun dan kita sudah terbiasa berbicara dari hati ke hati,,karena seiring bertambahnya usiaku aku selalu mencoba dan menyelami untuk memahami apa yang ummi harapkan atau keluhkan..
Ummi kau tahu,,,,kami tak ingin melihat ummi menangis, tak ingin melihat ummi sakit,,tak ingin melihat ummi menderita,,kami ingin melihat ummi tersenyum bahagia dan salah satu alasan ummi untuk tersenyum adalah kami..
Ummi, mungkin saat ini kami belum bisa melakukan itu. Tapi aku akan berusaha,dan membimbing adik-adiku agar bisa mengukir senyum mu bersama-sama suatu saat nanti bahkan mungkin sekarang...senyum untuk abi juga tentunya. :)
Ummi, mungkin hanya satu halaman yang bisa aku tulis mewakilkan adikku juga,,tapi sesunnguhnya 1000 halaman pun tak akan cukup jika kami harus menulis tentang ummi,
Met milad untuk ummi ku sayang :),,ummi kami tercinta :),,semoga semakin berkah dan selalu ada dalam lindungan dan ridho Allah. Selalu menjadi ibu yang paling the best buat kami :) Ummi sebagai contoh wanita terhebat yang pernah kami kami kenal didunia ini, semoga kami pun bisa jadi anak yang berbakti pada ummi abi,,,anak yang sholeh dan sholehah menjadi insan yng bermanfa’at untuk sesama seperti yang ummi abi harapkan.
Kami cinta ummi karena Allah SWT :*
Kami juga cinta abi karena Allah SWT :* (ini edisi ummi dulu ya bi,,,abi juga hebat ko )
Pagi menyapaku.....
Senandung lagu “ibu” sakha mengalun indah dan syahdu dari Hp ku......
Ah...aku rindu ummi, rindu memeluk ummi, rindu belaian ummi..
Hari ini tepat 41 tahun yang lalu di tahun 1972 dirimu dilahirkan,,tak terhitung detik yang kau lalui dalam hidup...
Ummi..19 tahun yang lalu kau melahirkanku.....
16 tahun yang lalu kau melahirkan adikku Hilda
14 tahun yang lalu kau melahirkan adikku Syifa
Dan sekitar 12 tahun yang lalu kau melahirkan Farhan adik terakhirku....
Aku tahu betapa butuh banyak perjuangan ketika kau melakukannya,,mempertaruhkan nyawa,,situasi dimana hidup dan mati hanya mempunyai benang tipis untuk memisahkannya....meski aku belum pernah merasakan hal yang sama tapi aku tahu betapa sulitnya itu... Tanpa perantaramu kami semua tak akan pernah hadir dan merasakan kehidupan yang di anugrahkan Allah SWT.
Namun,,,,sayangnya betapa sering kami kurang tahu diri,,,betapa sering kami membuatmu jengkel,,betapa sering kami membuatmu menangis,,betapa sering kami membuatmu lelah,,betapa sering kami membuatmu tak bisa tidur,,betapa sering kami membuatmu marah,,betapa sering,sering dan sering...
Ah,,,betapa menyebalkannya kami ya mi...tapi kau selalu menghadapi kenakalan kami dengan senyuman dan kasih sayang yang terus bertambah meskipun terkadang ummi memarahi kami,,tapi kami tahu itu pun salah satu bukti kasih sayang ummi,,
Maafkan kami ummi......maaf :)
Dan sekarang ketika usia mu 41 tahun dan kita sudah terbiasa berbicara dari hati ke hati,,karena seiring bertambahnya usiaku aku selalu mencoba dan menyelami untuk memahami apa yang ummi harapkan atau keluhkan..
Ummi kau tahu,,,,kami tak ingin melihat ummi menangis, tak ingin melihat ummi sakit,,tak ingin melihat ummi menderita,,kami ingin melihat ummi tersenyum bahagia dan salah satu alasan ummi untuk tersenyum adalah kami..
Ummi, mungkin saat ini kami belum bisa melakukan itu. Tapi aku akan berusaha,dan membimbing adik-adiku agar bisa mengukir senyum mu bersama-sama suatu saat nanti bahkan mungkin sekarang...senyum untuk abi juga tentunya. :)
Ummi, mungkin hanya satu halaman yang bisa aku tulis mewakilkan adikku juga,,tapi sesunnguhnya 1000 halaman pun tak akan cukup jika kami harus menulis tentang ummi,
Met milad untuk ummi ku sayang :),,ummi kami tercinta :),,semoga semakin berkah dan selalu ada dalam lindungan dan ridho Allah. Selalu menjadi ibu yang paling the best buat kami :) Ummi sebagai contoh wanita terhebat yang pernah kami kami kenal didunia ini, semoga kami pun bisa jadi anak yang berbakti pada ummi abi,,,anak yang sholeh dan sholehah menjadi insan yng bermanfa’at untuk sesama seperti yang ummi abi harapkan.
Kami cinta ummi karena Allah SWT :*
Kami juga cinta abi karena Allah SWT :* (ini edisi ummi dulu ya bi,,,abi juga hebat ko )
Minggu, 07 September 2014
:)
Tentang Kita
Yasmin I’liyin
Sederhana saja
Kata itu tersusun dari R
Dilanjut dengan huruf I
Berdiri ditengah dengan huruf N
Diiringi manisnya huruf D
Diakhiri dengan huruf U
Sehingga terciptalah kata RINDU
Yah, RINDU Aku sedang merasakannya
Seolah menatap matamu padahal tidak
Seolah mendengar suaramu padahal juga tidak
Seolah merasakan sentuhanmu padahal itu mustahil
Seolah kau duduk disini mendampingiku, hal yang lebih mustahil
RINDU Bibirku lirih mengucap
Tulis ini memang takan mampu mengungkap
Seberapa besar rinduku tersingkap
Tapi rindu ini akan selalu kudekap
Kudekap dan kudekap
Aku Rindu
Rindu Tentang Kita
Yasmin I’liyin
Sederhana saja
Kata itu tersusun dari R
Dilanjut dengan huruf I
Berdiri ditengah dengan huruf N
Diiringi manisnya huruf D
Diakhiri dengan huruf U
Sehingga terciptalah kata RINDU
Yah, RINDU Aku sedang merasakannya
Seolah menatap matamu padahal tidak
Seolah mendengar suaramu padahal juga tidak
Seolah merasakan sentuhanmu padahal itu mustahil
Seolah kau duduk disini mendampingiku, hal yang lebih mustahil
RINDU Bibirku lirih mengucap
Tulis ini memang takan mampu mengungkap
Seberapa besar rinduku tersingkap
Tapi rindu ini akan selalu kudekap
Kudekap dan kudekap
Aku Rindu
Rindu Tentang Kita
Cahaya
Cahaya
Oleh : Yeyen J.I
Mataku padam
Gelap tak
terlihat walau temaram
Kaki terus
melangkah
Tetap saja tak
terlihat arah
Semakin maju
badan ini
Semakin gelap
pandangan ini
Lantas kemana
cahaya?
Kupejamkan mata
mencari makna
Hei....Tiba-tiba
aku teringat masa
Apakah semua ini
karnanya?
Kepalaku
menggeleng cepat
Jahat sekali
menyalahkan masa yang singkat
Kembali otakku
berpikir
Apakah karena
alam?
Ternyata bibirku
mencibir
Dasar manusia
perusak alam
Masa tak salah,alam
tak bedebah
Lantas siapa?
Ah ternyata
manusia penyebabnya
Penyebab hilang
cahaya
Langganan:
Postingan (Atom)
